spot_img
spot_img
BerandaBUDAYALabuah Gunuang: Nagari Tua dengan Warisan Adat yang Menggetarkan Jiwa

Labuah Gunuang: Nagari Tua dengan Warisan Adat yang Menggetarkan Jiwa

LIMA PULUH KOTA – Nagari Labuah Gunuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, memiliki sejarah panjang yang menjadi identitas kuat masyarakatnya hingga saat ini. Nama “Labuah Gunuang” berasal dari ungkapan lama “labuah diateh gunuang”, yang berarti jalan setapak untuk pulang pergi bagi penduduk di atas Gunung Sago. Wilayah awal kepenghuluan memang berada di bagian pinggang Gunung Sago, yang dulu dikenal dengan nama “Diateh Labuah Gunuang”.

Penduduk pertama Nagari Labuah Gunuang berasal dari kawasan Pariangan Padang Panjang, salah satu daerah yang diyakini sebagai asal mula orang Minangkabau. Seiring waktu, setelah air surut dan pemukiman bertambah ramai, kawasan ini berkembang menjadi nagari yang kita kenal sekarang.

Pembagian Kawasan Menurut Adat

Dalam adat salingka nagari, Labuah Gunuang terbagi ke dalam dua kawasan utama:

  1. Nagari (Rumah)
    Membentang dari Segalo-galo Mudiak hingga Batu Balampin Hilia, mencakup wilayah Kapalo Koto hingga perbatasan Nagari Sitanang. Kawasan ini menjadi pusat kehidupan utama masyarakat.
  2. Dangau
    Merupakan wilayah luar, mulai dari Kapalo Koto hingga Kubang, Kayu Tanam, Talaweh, Parik, Batu Gajah, Dusun Nan Anam, Tarok Kabindu, dan kini telah berkembang sampai Banjar Sari.

Dalam adat Labuah Gunuang dikenal pepatah:
“Dangau tampek mancari, rumah tampek barabih, bari balabeh sapanjang adat Labuah Gunuang.”

Empat Suku Besar dan Dua Belas Kampuang

Nagari Labuah Gunuang terdiri dari empat suku adat yang menjadi pilar sosial masyarakat, yaitu:

  1. Piliang
  2. Pitopang
  3. Mandahiling
  4. Budi

Keempat suku tersebut terbagi ke dalam 12 kampuang, yakni:

  • Piliang: Panjang, Kampuang Tongah, Tobiang, Tobek Lansek
  • Pitopang: Godang, Lokuang, Babungo, Balai Jariang
  • Mandahiling: Terpencil, Ateh, Baruah
  • Budi

Struktur suku dan kampuang ini menjadi fondasi kuat dalam tatanan adat dan kehidupan bermasyarakat di Nagari Labuah Gunuang.

Pegawai Adat dan Dubalang Nagari

Keberlangsungan adat juga ditopang oleh tokoh-tokoh adat yang memegang peranan penting, yakni:

Pegawai Adat:

  1. Joni Eka Putra Borak
  2. Suar Tankayo
  3. Mardali Kulindan Suto
  4. Jayusman Malano Mokah

Dubalang (Penjaga Keamanan Adat):

  1. Zulpakri Anjolo
  2. Wisman Kotik Gadiang
  3. Limi Dt. Ombak

Tokoh-tokoh ini menjadi penjaga adat, keamanan, dan kebudayaan Nagari Labuah Gunuang agar tetap lestari lintas generasi.

Sejarah panjang, struktur adat yang kuat, serta identitas budaya yang melekat menjadikan Nagari Labuah Gunuang sebagai salah satu nagari dengan warisan tradisi paling kaya di Kabupaten Lima Puluh Kota.

BERITA TERBARU

Iklan

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

DUKCAPIL

Related News